Moderasi beragama adalah cara menjalankan ajaran agama secara seimbang, adil, dan beradab di tengah masyarakat yang beragam. Moderasi bukan melemahkan iman, tetapi justru membuat iman lebih dewasa dan membumi. Tujuannya sederhana: agar agama benar-benar menjadi sumber kedamaian, bukan sumber perpecahan.
Ada sembilan kata kunci moderasi beragama yang menjadi pedoman bersama. Pertama, kemanusiaan, yaitu menempatkan martabat manusia di atas segala perbedaan. Beragama seharusnya membuat kita semakin santun, bukan semakin gemar menghakimi. Kedua, kemaslahatan umum, yakni mengutamakan kebaikan bersama daripada kepentingan kelompok semata.
Ketiga, adil, yaitu bersikap objektif dan proporsional terhadap siapa pun. Keempat, berimbang, tidak ekstrem dan tidak pula abai terhadap nilai-nilai agama. Kelima, taat konstitusi, artinya menjalankan agama sejalan dengan hukum dan kesepakatan negara. Keenam, komitmen kebangsaan, yaitu menjaga persatuan dan keutuhan NKRI sebagai rumah bersama.
Ketujuh, toleransi, yakni menghargai perbedaan keyakinan tanpa harus kehilangan identitas diri. Kedelapan, anti kekerasan, menolak segala bentuk pemaksaan, radikalisme, dan ujaran kebencian atas nama agama. Kesembilan, penghormatan terhadap tradisi, yaitu menghargai kearifan lokal selama tidak bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan ajaran pokok agama.
Dengan sembilan prinsip ini, moderasi beragama menjadi jalan tengah yang menyejukkan: beriman tanpa beringas, taat tanpa fanatik buta, dan religius tanpa kehilangan rasa kemanusiaan. Pada akhirnya, moderasi beragama bukan hanya soal cara memahami Tuhan, tetapi juga cara memperlakukan sesama manusia.
- Supaya Jempol tidak Lebih Tajam dari Akhlak - Januari 28, 2026
- Beriman Teguh, Tapi Nggak Kaku Kayak Tiang Listrik - Januari 28, 2026
- Sembilan Prinsip agar Iman Tetap Waras - Januari 27, 2026

